Sekarang. “Jadi dulu Marcel suka sama Ciama?” Orien tersenyum dan mengangguk. Wanita yang sedang mengusap kepala putranya itu membuka laci di bawah nakas dan memberikan sebuah surat dari sana. “Itu surat yang Marcel tulis buat kamu. Surat yang dia pikirin semalaman sampai rasanya dia gak bisa tidur.” “Surat?” Beo Ciama seraya mengambil kertas lusuh yang Orien berikan padanya. Kertas kecil berwarna pink yang entah isinya apa, benar-benar membuat Ciama penasaran. Belum lagi dengan namanya yang tertera sangat besar di bagian depan. Tak ingin membuat dirinya sendiri penasaran, Ciama membuka kertas itu dan membacanya perlahan. Hello, Ciama! Alay banget ya harus pake surat segala? Tapi tenang aja, kalau baca ini kamu pasti gak akan ngerasa alay, kok. Ciama menahan senyumnya membaca kali

