Chap. 34

2442 Kata

3 Bulan Lalu. Rifky menghentikan mobilnya di sebuah jalan lenggang. Lelaki itu mengambil ponselnya yang terus bordering sejak tadi. Melihat siapa yang meneleponnya semalam ini dan segigih itu membuat Rifky menghela napas. Memangnya siapa lagi yang akan meneleponnya semalam ini kalau bukan Ciama? “Kenapa, Ci?” Tanyanya begitu sambungan terhubung. Lelaki itu menutup matanya saat sebuah motor ninja menyorotkan lampunya tepat di depan mata Rifky. Tahu jika orang yang sedang Rifky cari selama ini sudah datang membuatnya harus mengangkat tangan dan menunjuk ponsel. “Ciama? Kenapa?” “Gak bisa tidur. Kamu lagi di mana, sih? Kok berisik banget. Motor siapa lagi itu?” “Aku lagi di jalan mau pulang. Kenapa belum tidur, hm? Mau makanan?” “Gak mau. Pengen tidur bukan makanan.” Rifky tertawa me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN