“Harus banget gini ya, Pa?” “Kalau dia sadar, nanti juga nyari kamu. Kamu udah banyak melangkah. Biarin dia sekarang yang kejar kamu.” Chandra menghela napas pelan. Wanita yang sedang memasak itu hanya bisa mendengarkan argument dari anak dan suaminya yang masih berbicara sejak turun dari kamar. Keduanya terus berselisih mengenai kejadian kemarin yang memang membuat Chandra juga gemas melihatnya. Tapi, apa boleh buat. Memang perasaan itu tidak bisa ditentukan harus pada siapa dan dengan siapa. Terkadang semua itu muncul begitu saja tanpa bisa dicegah. Terutama jika komunikasi dan interaksi yang terlampau sangat sering. Membuat perasaan yang harusnya dicegah terkadang malah semakin terbuka lebar. “Tapi, Pa..” “Papa udah gak minta Kakak lakuin apa yang Papa mau. Papa juga udah gak maksa

