Chap. 45 - a

2743 Kata

5 tahun yang lalu. “Lo bisa kan ambilin bentar?” “Heh! Gua baru beres manggung ini. Ya kali gua harus ke toko perhiasan! Ngadi-ngadi lo mah!” “Tolongin gua kali ini aja, Bar. Please, Bar. Sekali ini aja. Gua gak akan minta bantuan lagi deh ke lo.” “Kalau aja gua lulus bukan karena pas UTS nyontek ke lo, udah gua matiin nih telepon.” Lelaki dengan kaos biru tuanya itu tertawa kecil sebelum akhirnya berterima kasih dan mematikan panggilan. Matanya melihat ke arah depan. Di mana sebuah danau buatan yang ada di komplek tempatnya tinggal kini terlihat tennag. Merogoh sebuah kantung plastic di dekatnya. Lelaki itu lalu menyebarkan makanan ikan yang sengaja ia bawa dari rumah. Seketika semua ikan yang ada di dalam danau langsung mengerumbun dan terlihat buih-buih air yang menggunung. “Ha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN