92. Minggu yang Normal

1409 Kata

Pagi ini Bulan terbangun dengan sebuah ganjalan di hati. Lama sekali dia rebah terlentang tanpa ada keinginan untuk bergerak. Sepasang matanya menatap langit-langit kamar. Otaknya memutar ulang percakapan-percakapan dengan Lios. "Umur gue baru dua lima...," gumam Bulan. "Umur dia udah tiga lima, jelas udah siap nikah...." "Apa mungkin kita menikah tanpa kehadiran orangtua...?" Bulan mengerucutkan bibir. "Kalau mungkin sih nggak apa-apa...." "Terus... Gimana ceritanya kalau kita jalanin sendiri...?" Bulan membenamkan wajah di bantal. Monolog yang dia lakukan tidak mengurangi kegelisahan di hati. Tangannya mencari-cari handphone yang biasanya tergeletak di kepala tempat tidur. Bulan melihat jam baru menunjukkan pukul enam pagi. "Dia udah bangun belum ya...." Seperti gerak refleks ja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN