108. Membujuk Darwin

1327 Kata

"Hai, kamu di mana?" tanya Darwin lewat telepon. "Aku lantai tiga. Kamu masih di atas? Ngobrolin apa sih? Lama banget?" ujar Bulan. Darwin tertawa, "Nanti kuceritakan waktu makan siang. Oke?" "Apa?" "Temani aku makan siang?" Darwin memperjelas. "Ohhh itu. Tapi Lios mau jemput aku pas makan siang. Hmm... Gimana kalau kita pergi sama-sama?" usul Bulan. Darwin berpikir sejenak, "Ya, boleh. Kita ketemu di bawah ya?" "Oke. Aku ajak satu teman lagi biar jumlah kita seimbang. Nggak apa-apa, kan?" Bulan melirik ke arah Yunita yang sedang duduk bengong di mejanya. "Temanmu? Siapa lagi?" "Yang tadi sama-sama di ruangan Pak Edward." "Oh, dia." Darwin menanggapi setengah hati. "Boleh nggak?" desak Bulan. "Apa boleh buat." Darwin pasrah. "Oke. Sampai nanti." "Oke." Bulan pun memberitahu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN