Hari yang dinanti tiba. Semua orang sudah bersiap dengan pakaian rapi. Marius dan Lios memakai jas, sedangkan Bulan dan Helen memakai gaun sederhana. Pagi-pagi sekali Herman juga sudah tiba di apartemen untuk menyertai mereka. "Semuanya siap?" Lios memandang semua orang yang berkumpul di apartemennya. "Siap, Anak." Marius mewakili jawaban semua orang. "Baik. Kita berangkat." Pandangan Lios pada akhirnya tertuju pada Bulan. "Ya, mari," sahut Bulan. Rombongan kecil tersebut pun berangkat menuju rumah Handarto. Mobil yang membawa mereka melaju di jalanan yang bebas hambatan. Kedua pasangan muda duduk bersebelahan dengan jari tangan saling bertaut. Degup jantung mereka seirama, demikian juga kebahagiaan dan kegugupan. Mobil berhenti di depan gerbang rumah Handarto. Penjaga membukakan pin

