Lios sudah memarkir motor di pekarangan rumah Handarto. Bulan berdiri gugup di sebelahnya. Mereka berdua hendak berbicara serius dengan Bram dan Vero, siapa tahu kedua orangtua itu mau melembutkan hati terhadap status pernikahan mereka. "Yakin dengan idemu?" tanya Lios. "Sembilan puluh persen yakin. Aku lihat terakhir kali kita ke sini, mama udah senang sama kamu. Seharusnya dia bisa membantu kita bicara." Bulan berkata mantap. "Hatimu udah siap?" "Siap. Ayo kita masuk." Bulan menguatkan diri. "Baiklah." Lios tersenyum tipis. Bergandengan tangan Bulan dan Lios berjalan masuk ke rumah Handarto. Pintu utama tidak terkunci karena penghuninya masih terjaga. Kebiasaan orangtua Bulan tidak pernah berubah. Sore hari adalah waktu mereka bersantai dengan kegiatan masing-masing di ruang tamu.

