"Bagaimana kemajuan desainnya?" tanya Cik Susan. "Mereka masih mengejar draft desainnya Cik, supaya nanti bisa langsung email tiga alternatif," jawab Bulan. "Teksnya nggak ada yang ketinggalan ya?" "Udah double check sebelum dikirim ke percetakan," ujar Bulan sambil mengingat kembali benarkah yang dia katakan itu. Cik Susan menatap sesaat sebelum bertanya, "Bagaimana rasanya jadi seorang istri?" Bulan mengejapkan mata. Apa maksud pertanyaan Cik Susan? Melihat Bulan tidak segera menjawab Cik Susan tertawa gelisah. Tampak seperti ada beban yang tersimpan dalam hatinya. "Kamu pernah merasa salah pilih nggak? Seperti seolah lelaki yang kamu yakini akan menjadi pasangan hidup tiba-tiba berubah?" Pertanyaan Cik Susan lebih seperti refleksi diri. Bulan tidak tahu bagaimana harus menanggap

