75. Mendapat Ijin

1693 Kata

Bulan bersyukur sebesar-besarnya karena hari ini Johan tidak menampakkan batang hidung di kantor. Dia dapat melalui hari dengan tenang tanpa perlu memikirkan strategi untuk menghindari lelaki itu. Hanya saja Bulan melihat tatapan kesepian Yunita. Meskipun telah disakiti sedemikian rupa sepertinya Yunita belum bisa move on. Pagi ini Cik Susan menggelar meeting rutin, tapi turut dihadiri Pak Edward. Mereka berdua tampak bahagia. Bulan menebak-nebak kapan bos mereka ini akan mengumumkan tentang rencana pernikahan. Meeting berlangsung santai, lagi-lagi hanya tumpukan motivasi dan strategi dari Cik Susan. Pak Edward lebih banyak diam. Bulan menahan keinginan untuk menguap. Yunita yang duduk di sebelah sepertinya menyadari hal itu karena dia menginjak kaki Bulan kuat-kuat. Bulan meringis dibua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN