Evan sangat panik melihat Ayra yang lari kencang menuju kamar. Pria itu buru-buru menyusul istrinya dengan cepat. "SAYANG BUKA PINTUNYA!!!" teriak Evan dari luar. Pria itu masih terus mengetuk pintu kamar dengan kerasnya. "SAYANG?! MAAFIN MAS!!! BUKA PINTUNYA, DEK.” Semakin kencang saja suara Evan, seolah tidak sabaran. Dengan penuh kekuatan ia mencoba mendobrak pintu itu. Tapi, sayang benda itu terlalu kuat hingga tidak bisa didobrak oleh Evan. “b******k!” umpat Evan kesal, ia tendang pintu itu dengan kencangnya sekali. “Sialan! Ini gara-gara gue yang nggak bisa ngontrol emosi.” Pria itu lalu meraup wajahnya kasar sambil menarik nafasnya berat. “Sayang. Maafin Mas. Tolong buka pintunya, Yang. Mas mau obati pipi kamu.” Kali ini Evan mengatakan dengan nada begitu lembut. Evan mulai sa

