Tak ingin menunggu lama Evan pun mulai mencium bibir sang istri dengan begitu lembut. Mencoba mematik lagi keinginannya yang tadi sempat padam. Dan tanpa sadar Ayra pun sudah mengalungkan tangannya pada leher sang suami, ia yang paham pun langsung mengikuti permainan indera pengecap yang melenakkan itu. Tanpa sadar Ayra pun mulai mengeluarkan suara merdunya. Rupannya ia begitu menikmati permainan lidah suami tampannya itu. Tubuh Ayra pun merinding merasakan gejolak yang kian membara. Evan mendongak menatap wajah cantik sang istri yang tengah memejamkan mata dengan menggigit bibir bawahnya pelan. Dan karena tidak ada pergerakan dari sang suami Ayra pun refleks membuka mata. "Kenapa, Mas?" ucap Ayra dengan mata yang tampak sayu. "Boleh Mas minta sekarang, Dek? Mas janji akan pelan-pelan

