Bagian 33 "Assalamualaikum, Widya," ucap Raka sambil mengetuk pintu rumah kontrakannya Widia begitu dia pulang dari masjid. Satu kali, dua kaki, bahkan sampai tiga kali, belum ada juga jawaban dari Widya. "Widya ke mana, sih? Tidur kali, ya?" tanya Raka di dalam hati. Sambil menunggu, Raka memilih duduk di teras. Lima menit sudah berlalu, belum ada tanda-tanda kalau Widya akan membuka pintu. Akhirnya, Raka kembali mengetuk pintu dan mengucap salam, tetapi tetap tidak ada jawaban. Merasa kesal, Raka pun berniat meninggalkan rumah Widya. Namun, baru beberapa langkah saja, Widya sudah membuka pintu dan langsung memanggilnya. "Abang, kok' pergi?" "Males," jawab Raka sekenanya. "Habisnya Abang nyebelin," ucap Widya. Widya sebenarnya tahu kalau Raka datang ke rumahnya. Dia sengaja kare

