Pertandingan

1110 Kata

Bagian 97 "Ma, apa Kirana mau menerima permohonan maafku?" tanya Ahmad saat Ibu dan adiknya kembali datang membesuknya. Rosdiana tak menjawab. Dia takut kalau jawabannya hanya akan menyakiti hati putranya. "Ma, kenapa pertanyaanku tidak dijawab?" Sampai detik ini, Ahmad masih sangat berharap kepada Kirana. Sedikitpun dia belum bisa melupakan Kirana. "Kita bahas hal lain saja yuk, Bang." "Jawab saja pertanyaan Abang, Wit. Katakan saja walaupun pahit. Abang siap menerimanya." Wiwit Manarik napas sejenak. Helaan napasnya terdengar begitu berat. "Maaf ya, Bang, kami sudah berusaha. Aku dan Mama sudah mendatangi rumah Kak Kirana, tapi kehadiran kami tidak disambut baik. Mungkin Abang sudah mengerti apa maksudku." Ahmad mengangguk. "Wajar. Mungin hati Kirana dan kelurganya terlalu sak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN