Mata-mata

1289 Kata

Bagian 75 Dewi mondar-mandir di depan ruang rawatnya Raka. Begitu juga dengan Rukaya. Sedangkan Firdaus, dia memilih duduk di kursi tunggu sambil berdoa untuk kesembuhan adik iparnya itu. "Wi, Mama khawatir sekali dengan kondisi adikmu. Kenapa sampai sekarang dia belum sadar juga, ya?" "Sabar ya, Ma. Dokter sedang memeriksannya. Insyaallah Raka akan segera siuman." Dewi mencoba menenangkan ibunya. Rukaya mengangguk, lalu duduk kembali di kursi tunggu. Lelah duduk, dia kembali berdiri. Begitulah seterusnya. "Dok, gimana keadaan adik saya?" Dewi langsung bertanya begitu dokter keluar dari ruang rawatnya Raka. Disusul oleh Rukaya dan Firdaus. Mereka sudah tidak sabar untuk mengetahui perkembangannya. "Kabar baik. Pasien sudah berhasil melewati masa kritisnya. Tinggal menunggu pasien sad

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN