Penjahat Yang Sesungguhnya

1651 Kata

Bagian 68 "Ngapain sih, kamu bawa aku ke sini?" protes Widya kepada Ahmad. "Duh ... udah gelap. Banyak nyamuk lagi. Enggak ada tempat yang lebih asyik, apa? Di mol, resto atau bila perlu di kamar hotel sekalian. Balek aja, yuk! Cari tempat lain," ajak Widya. "Kenapa kita tidak bicara di tempat tadi aja, Sih?" protesnya lagi. "Bukannya kamu sendiri yang ingin bicara denganku? Di sinilah tempatnya. Di sini aman karena aku tidak mau ada orang yang mendengar pembicaraan kita," tegas Ahmad. "Ya enggak begini juga, kali! Di sini serem, tau!" "Tidak usah lebay dan sok' manja begitu. Aku tidak suka! Sekarang katakan, kamu mau bicara apa? Aku tidak punya banyak waktu. Mama pasti sudah menungguku. Dan satu hal lagi. Ini adalah pertemuan terakhir kita. Anggap saja kita sebagai orang asing yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN