Bagian 102 "Pagi Bu guru cantik," sapa Raka yang sudah siap dengan pakaian dinasnya. Seperti biasa, dia akan menjemput Kirana karena mereka akan berangkat sama-sama ke sekolah. "Biasa aja kali! Enggak usah berlebihan gitu mujinya," sahut Kirana. Dia malah berdiri sambil menatap tajam ke arah Raka. "Siapa yang berlebihan? Kamu memang cantik, kok." "Namanya juga perempuan, ya cantik lah! Masa ganteng?" "Itu aku, ganteng," kata Raka sambil nyengir. "Geer!" sahut Kirana. "Kalian kapan berangkatnya? Nanti terlambat loh!" Ilham yang baru keluar dari dalam rumah mengingatkan. "Eh, ada calon mertua. Pagi Om," sapa Raka. Dia kemudian menghampiri Ilham, lalu mencium punggung tangannya. "Ini udah mau berangkat, Om, tapi Kirana ngajak debat." "Lah, kok' aku?" tanya Kirana. "Yasudah, kalian

