Anggasta Chapter 47

985 Kata

Cherry sudah menunggu Angga di parkiran, tepat di samping motor besar milik Angga. Tumben sekali cowok itu tertunda, Biasanya dia yang selalu menunggu Cherry. Sepuluh menit berlalu, Angga juga belum menampakkan hasil. Hal itu cukup merenggut kekesalan Chery. Beberapa kali ia menghentakkan sebagian kesal ke tanah. Sedari tadi Cherry hanya bisa mencibir dan berdecih kesal. Ekor masih mencoba mencari sosok yang dicarinya, Cherry mengedarlan kembali kesana-kemari, menyapu pandangan disela keruman siswa-siswi yang berlalu lalang. Merasa jengah, Cherry tidak peduli lagi, ia mulai lelah terus berdiri di parkiran. Akhirnya Cherry memilih untuk mendaratkan bokongnya di jok motor Angga. Belum juga tiga menit Cherry duduk, Angga tiba-tiba muncul. Memutar bola hitam dan berdecak sebal beberapa kali

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN