Siang itu Hartawan dan Marta berbincang serius di lorong rumah sakit. Marta mencebik puas atas nasib malang yang dihadapi oleh sang mantan kekasih. "Ini belum apa-apa Mas! Andra terlahir dengan kekurangan seperti itu. Tapi jangan khawatir, putriku Devi siap menjaganya untuk seumur hidup. Tugasmu hanyalah mentransfer uang sebanyak mungkin. Anggap saja sebagai ganti rugi!" Hartawan telah dikalahkan, matanya menatap kosong pada ranjang perawatan yang terhalang oleh kaca. Di dalam sana, Lusi terbaring tidak berdaya. Kesadarannya belum pulih sejak ia dirawat 3 jam yang lalu. "Yang terjadi di antara kita adalah kesalahan, tidak bisakah kamu menjalani kehidupan normal bersama suamimu, kalian juga punya anak perempuan. Kenapa harus mengusik hidup kami?" Tuturnya parau, Hartawan seperti kehab

