Desakan Andri

1141 Kata

"Aku nggak mau mengikuti permainan kamu," ucap Vidya dengan kemarahan yang berada di ubun-ubun kepala. Dia sudah tahu jika Hendra memang licik, tapi Vidya tidak menyangka jika pemuda tengil itu akan memanfaatkan Jumariah untuk menekan dirinya. "Jadi yang lo bilang peduli sama orang lo, itu semua ternyata hanya bualan saja. Ini buktinya lo kayak lepas tangan gitu aja." Vidya hanya dapat mengusap kasar wajahnya, rasanya percuma saja berbicara dengan orang yang otaknya sudah terbalik. "Aku nggak mau ngomong lagi sama kamu, bikin pusing aja. Kamu bisa melanjutkan pembicaraan ini sama Om Yudis," ucap Vidya yang segera meninggalkan ruangan makan. Dia akan tidur sepuasnya semakin membesar kehamilannya, Vidya menjadi gampang mengantuk dan punggungnya juga terasa pegal serta sakit jika duduk d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN