"Mau apalagi kamu menelepon aku? Belum cukupkah kamu menghancurkan pernikahanku dan membuat Vidya pergi?" tanya Yudistira dengan sinis. Terdengar tawa menyebalkan dari bibir Hanie dan Yudistira menunggu agar tawa wanita mereda barulah kemudian dia mulai berbicara. "Mau apalagi kamu menghubungi aku? Nggak puas kamu sudah menghancurkan pernikahan aku dengan membuat istriku kabur?" tanya Yudistira dengan sinis. "Itu artinya gadis itu tidak cukup layak untuk bersanding dengan kamu ,Mas. Ingat Mas hanya aku calon istrimu yang disetujui oleh papamu. Bukannya keberhasilan dari pernikahan itu adalah restu dari orang tua?" ucap Hanie tanpa tahu malu. "Tapi kamu lupa kalau aku tidak memiliki perasaan sama kamu. Jadi sampai kapanpun aku tidak akan menikahi kamu," sahut Yudistira dengan ketus. "K

