Prolog

204 Kata
Aku adalah seorang istri kedua. usiaku 22 tahun dan aku mahasiswa kedokteran. Awalnya aku tidak mencintai suamiku, pernikahan kami terpaksa karena sebuah amanat dari orang tua. Amanat yang diberikan Ayah sebelum beliau meninggal. Ayah menginginkan Muhammad Azam untuk menikahiku dan menjagaku.  Muhammad Azam adalah kakakku, Ayah mengadopsi dia waktu dia masih berusia 14 tahun.  Perbedaan kami Memang agak sedikit jauh kini usianya sudah menginjak 31 tahun dan dia sudah memiliki istri lain, selain aku. Awalnya aku tidak mencintainya, tetapi Seiring berjalannya dengan waktu dan perhatiannya yang begitu banyak padaku, aku pun akhirnya jatuh cinta kepada suamiku. Tetapi perlakuan istri tua kepadaku, Sungguh menyedihkan. Tetapi karena gonjang-ganjing rumah sakit yang akan segera dilelang oleh Bank karena itu aku harus menikah dengan Azam mau tidak mau,untuk menyelamatkan Rumah Sakit. Azam datang membawa uang yang banyak dan memulihkan kembali kestabilan rumah sakit.  Kini aku sedang menanti kelahiran buah hati kami yang pertama. Usia kehamilanku sudah menginjak 6 minggu. Tetapi suatu kejadian telah menimpaku. Sanggupkah aku terus bertahan dibalik duka derita yang aku rasakan? Sanggupkah aku terus menjadi yang kedua. Padahal sudah jelas istri syah Azam adalah aku, karena aku dan Azam memiliki surat nikah yang resmi, sedangkan Azam dan istrinya yang terdahulu, hanya menikah dibawah tangan saja.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN