Hari itu Azam dan Aliza sudah sampai ke new York. Mereka bergegas untuk menemui Izma di Rumah Sakit. Semuanya terlalu mudah untuk Aliza. Jika ada Azam bersikap seperti itu untuknya. Sepanjang perjalanan Azam tidak menoleh kepada Aliza sedikitpun, dia bahkan hanya fokus kepada laporan dari Rumah Sakit. Walau sesaat Aliza kadang bersandar di bahu sang suami namun Azam hanya diam saja. Seolah-olah Azam memang mendiamkan Aliza. Walaupun memang Azam sudah diberi hadiah oleh Aliza pas Azam datang ke Indonesia. "Azam kamu kenapa sih seolah-olah kamu mendiamkan aku. Apa kamu tidak rindu padaku padahal sudah berbulan-bulan kita tidak berjumpa," Wanita itu menggoyangkan tubuh sang suami, yang kini masih asyik memainkan laptop miliknya. "Sudahlah Alisa. Jangan bahas yang aneh-aneh aku

