"Jangan takut lagi ya, ada aku di sini, aku tidak akan membiarkan kamu terluka lagi, aku janji," kata Ibra sambil menatap sang kekasih dengan tatapan penuh dengan kasih sayang. Walau bagaimana pun di hati Ibrahim, Izma tetaplah kekasihnya. Walaupun sampai saat ini Izma hanya menganggap Ibra sebagai teman saja. Tidak dipungkiri bahwa rasa sakit saat ini sedikit demi sedikit terobati dengan kehadiran Ibra. Sebagai seorang teman ia telah memberikan lebih dari pada itu. Bahkan Ibra memberikan perhatian dan perlindungan melebihi dari Azam yang notabene adalah suaminya sendiri. Terkadang Izma merasa bingung dengan perasaannya. Di satu sisi kebaikan Ibra membuat dia tidak bisa untuk menjauh. Tapi di sisi lain Izma masih sangat mencintai suaminya, walaupun banyak sekali luka yang di

