"Van!" "Heum?" Evan masih malas-malasan di atas tempat tidur. Ia memang tidak berangkat koas karena kakinya belum sehat. Hamas juga sudah membantunya mengganti pernah usai Subuh tadi. Lalu kini setelah selesai mandi, rasanya ada yang kurang. "Bang Hasan ke mana?" tanyanya. Ia baru sadar kalau cowok itu tidak ada di rumah ini. Hamas hanya mengingat terakhir, cowok itu masih menjenguknya di rumah sakit. Namun setelah itu tak terlihat. "Gue juga gak tahu, Kak. Pas sampe tahu-tahu kunci rumah ini dititipin sama ibu sebelah. Katanya Kak Hasan pamit pergi. Gak tahu ke mana." Kening Hamas mengerut. Ia menggosok-gosok rambutnya dengan handuk. Kemudian segera memakai bajunya. "Elo nanti bisa jalan ke depan?" Maksudnya rumah yang ditempati Anne dan Jihan. "Nanti nyokap ke sini," tuturn

