Awan pekat menyelimuti seantero Lionel. Angin berhembus kencang bak pertarungan sengit antara dua kubu, selatan dan utara. Imbasnya, dedaunan kering berhamburan. Bagai korban berjatuhan di musim semi. “Sepertinya akan ada badai,” ucap Senora. Berdiri di depan jendela sembari mengamati gulungan awan. Bunyi dentingan membuyarkan pikiran Senora. Tadi ia menyuruh Caroline untuk membuat teh hangat. Senora melirik sosok pelayan yang sudah bersumpah setia padanya. Ke depannya akan semakin pelik. Kemungkinan terburuk akan ada korban. Mungkin ini keputusan terbaik yang bisa Senora ambil. “Carol?” “Ya Nona?” “Mulai besok kau bukan pelayan ku lagi. Kau akan dipindahkan ke kediaman keluarga Karion.” PYAR! “Ti-tidak….” Gumam Carol. “Aku tidak mau!” pekiknya setelah melepas semua kekangan etika b

