Obat Perangsang

1925 Kata

“Selamat datang suami ku. Apa pekerjaan mu berjalan lancar?” sambut Senora ramah. Seperti tak terjadi apa-apa. Mata sembab yang seharusnya menghiasi wajah cantiknya sudah padam berkat kompresan. “Humm, ada beberapa kendala tapi sudah teratasi dengan baik.” “Syukurlah. Ah, apa Duke lapar? Aku membuatkan makan malam untuk mu.” “Kau?” “Humm,” angguk Senora semangat. Rion memperhatikan jemari Senora yang terbungkus oleh beberapa perban kecil. Ditambah lagi pergelangan tangannya belum sepenuhnya sembuh akibat insiden di rumah keluarga Helion waktu itu. dibanding senang, Rion jadi semakin bersalah. “Memang kemana para pelayan? Apa mereka tidak menjalankan kewajibannya dengan baik?!” dengus Rion seraya melirik sekitar. “Bukan begitu. Jangan salahkan pelayan. Aku memang inisiatif membuat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN