Epilog

2736 Kata

Rasa hambar melebur di indra pengecapan Senora. Semangkuk sup ayam yang tampak menggoda dengan kepulan asap masih bergelora itu sama sekali tak membangkitkan nafsu makan. Bukan karena rasanya. Buktinya selama seminggu ini apapun yang masuk ke mulut Senora terasa hambar. Seakan semua indranya telah mati di hari itu. Lucu sekali bukan? Dulu Senora terus berharap pada sang Dewa untuk menghilangkan eksistensi orang yang merugikan dirinya. Kini, setelah doa itu terkabul justru kehampaan yang timbul setelahnya. “Sebenarnya apa yang ku inginkan?” gumam Senora. Ia tak lagi berminat pada sup itu dan menaruh sendok ke meja. Membiarkannya dingin begitu saja. Kilasan ingatan pada malam itu selalu muncul. Mimpi buruk terus menggerogoti Senora bagai rayap tak kenal ampun. Dirinya diliputi rasa b

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN