Setelah Darren mengatakan tentang kehamilan istrinya, hubungannya dengan Kinan masih baik-baik saja, bahkan cenderung lebih baik dari biasanya karena memang mereka sepakat untuk saling t e r b u k a. Namun, dua hari ini Kinan tidak pernah lagi membalas pesannya. Padahal sudah berbulan-bulan hubungan mereka tampak berjalan lancar. Darren tak hentinya menatap ponsel yang tergeletak di atas meja kerjanya. Perasaan pria itu mendadak resah, dia terus-menerus memikirkan tentang Kinan. “Pak, anda belum menandatangani halaman terakhirnya.” Suara Alvaro—sekertarisnya—terdengar menggema. Seketika itu Darren terkesiap, dia langsung menyelesaikan tugasnya untuk menandatangani berkas yang Alvaro inginkan. “Ini, jika ada hal lain letakkan saja di mejaku. Aku akan pergi sebentar,” ucap Darren menye

