Episode 8

1248 Kata

"Apa maksudmu?" tanyaku padanya, suaraku bergetar, mataku menatap Gilang dengan campuran marah dan cemas. Dia mendekat, sorot matanya menusuk, seperti ingin membongkar isi kepalaku. "Kamu sengaja ingin memanasinya," ucap Gilang dingin, bibirnya hampir tak bergerak. "Gak penting banget ya, Mas. Aku cuma nostalgia saja sama ibu dan papa," sahutku, mencoba menahan air mata yang hampir jatuh. Gilang memicingkan matanya, dalam diamnya seperti mencari-cari kebenaran yang hilang dari ucapanku. "Udah deh, kalau kamu mau terus seperti ini, mending kamu keluar cari dia dan minta dia buat layani kamu, daripada nyakitin hatiku. Kamu sudah janji, Mas," ucapku kesal, nafasku memburu, d**a serasa sesak menahan semua luka. "Aku tidak akan menyakitimu, tapi jangan ganggu dia. Itu saja." Suaranya pela

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN