Episode10

1221 Kata

Aku mematung. Perlahan, aku berbalik—dan di sanalah dia. Gilang berdiri tak jauh dariku, dengan tatapan yang sulit kuterjemahkan. Dingin, tenang, tapi ada sesuatu di matanya yang membuat napasku serasa tersangkut di d**a. Langkahnya pelan namun pasti saat ia mendekat. Tangan hangatnya menyentuh tanganku—tangan yang masih digenggam Melisa—dan tanpa sepatah kata pun, ia menatap cincin yang melingkar di jariku. “Memang pas…” suaranya rendah, tenang, namun tajam seperti bilah yang menembus udara di antara kami. “Tapi nggak cocok.” Ia melepaskan cincin itu perlahan, seolah takut menimbulkan bunyi kecil pun, lalu menyerahkannya kembali pada pelayan. Setelah itu, matanya beralih pada Melisa. “Itu lebih cocok di tangan kamu,” katanya datar, nyaris tanpa ekspresi. “Tolong ganti ukurannya, bia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN