Episode 32

1028 Kata

Gilang menatapnya Melisa tertawa kecil, tapi tawanya hambar. “Lucu ya, Mas, ternyata aku kalah cepat dari adik ipar sendiri.” Gilang menarik napas dalam. “Melisa, jangan mulai.” Melisa menatapnya lama, lalu perlahan menurunkan tangannya. “Aku gak mulai apa-apa. Aku cuma… pengen tahu, apa aku masih punya tempat buat kamu, Mas.” Nada suaranya tidak tinggi, tapi dingin dan menyayat. Gilang terdiam sesaat, lalu menjawab pelan, “Kamu istriku, Mel.” Melisa tersenyum samar. “Iya. Istrimu. Tapi kadang aku merasa kayak tamu di rumah sendiri.” "Mel aku capek ." Ia berbalik, berjalan ke arah tempat tidur, menarik selimut perlahan. “Kalau kamu capek, istirahatlah. Aku juga capek… pura-pura gak tahu.” Gilang tidak menjawab. “Mas,” panggil Melisa akhirnya, suaranya pelan tapi jelas. Gilang h

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN