Beberapa anak buah Dika membawa seorang pria lebih tepatnya Rival yang di tutup oleh kain kepalanya, tampak mencoba untuk memberontak. Namun tertahan anak buah Dika yang memwgangnya dengan sepenuh tenaga. "Sialan, apa maumu? Kau akan tahu konsekuensinya memperlakukan aku seperti ini!" teriak Rival, saat di bukakan penutup kepala dan melihat Dika juga ada Nuri di hadapannya. "Dia mengancamku akan menghancurkan keluargaku juga," ucap Nuri terlihat lemah. "Wanita sialan, kau semalam menikmati sentuhanku. Sekarang malah bertingkah seakan menjadi wanita malang!" teriak Rival geram. "Aku tidak ingin ikut serta dari drama kalian. Sebaiknya kalian selesaikan dan jangan ganggu aku!" tatap Dika. Nuri tertegun, begitupun Rival memdengar ucapan Dika dengan wajah datarnya. "Aku beri waktu k

