Dika melihat ponsel yang ada di atas meja di hadapannya berulang kali. Hingga di perhatikan oleh sekretarisnya yang sedang duduk di hadapannya setelah dia masung ke ruang kerja Dika memberikan laporana yang dia temukan di perusahaan industri yang bekerjasama dengan Pratama dulu. “Apa yang akan kita lakukan selanjutnya, Tuan?” tanya Ben mengalihkan perhatian Dika daari lamunannya. “Temukan tuan Nadir yang sudah terlibat akan kerjasama dengan perusahaan!” ucap Dika. “Di kabarkan día mati bunuh diri, Tuan,” ucap Ben. “Apa kau pernah dengar cerita tentanag seorang ayah yang rela melakukan apapun untuk putranya?” tanya Dika. Ben terdiam, dia tidak tahu apa yang di maksud Dika adalah mengorbankan diri sendiri malah akan melibatkan pihak keluarga dan dia terbebas dari hukuman seumur hidup

