Dua hari telah berlalu, tapi kenangan selama di Venezia bersama Rio masih melekat indah di ingatanku. Yang terjadi di atas gondola malam itu dampaknya cukup dahsyat pada hatiku. Rasanya manis dan mampu membuatku tersenyum sepanjang hari. Itu juga menjadi alasanku berguling-guling di kasur tiap malam dan menyadari betapa menggelikannya hal itu di pagi hari. Aku menangkup kedua pipiku sambil terkekeh malu-malu. Ting! Ponselku berdenting singkat. Siapa yang mengirimiku pesan pagi-pagi? Rio-kah? Siapkan kopermu. Kita akan pergi ke Sicily. Untuk beberapa saat, aku kebingungan memahami isi pesan singkat dari Alano. Tapi kurasa dia sedang mengajakku berlibur lagi. Setelah menggodaku habis-habisan dengan tiket liburan ke Venezia, kurasa itu masih belum cukup untuk Alano. Dan sekarang Sisil

