Kemuning 44

1048 Kata

“Jadi kapan kira-kira kita bisa mengobrol berdua, Muning? Kamu tau, aku sangat merindukan masa-masa kita bersama dulu?” tanya Hamid lebih jauh. Jika Kemuning ingin menjauh darinya, dia justru ingin mendekat pada wanita itu. Kemuning meremas jemarinya. Jantungnya semakin berdegup tidak karuan. Rasanya dia seperti mau pingsan. “Maaf pak, saya belum tau. Tapi bisakah saya kembali ke ruangan saya? Saya tidak enak badan.” Kedua alis Hamid terangkat ke atas. Dia melangkah lebih dekat pada Kemuning hingga jarak mereka hanya sekitar 60 cm. Kemuning bisa mencium aroma parfum Hamid yang begitu lembut. “Kamu sakit?” Kemuning mundur selangkah. Jarak itu terlalu dekat menurutnya. Dia risih sekali. “Ee… tidak juga. Hanya tidak enak badan sedikit.” Hamid menghela nafas dalam. Dia menatap Kemuning yan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN