Kemuning 41

1106 Kata

“Pak Doni tolong ke ruanganku sekarang.” Hamid menarik ponselnya dari sisi telinga dan menaruhnya ke atas meja, ke samping layar tipisnya yang sekarang sedang menyala karena dia memang sedang mengerjakan sesuatu di layar tipis tersebut. Masih seputar rencananya untuk membangun sebuah universitas. Dalam hal ini dia belum bekerja sama dengan siapa pun atau melibatkan siapa pun karena dia masih dalam tahap mempelajari. Nanti jika rencananya sudah matang, barulah dia melibatkan orang-orang yang kompeten di dalamnya. Tok! Tok! Tok! Sebuah ketukan membuat Hamid sedikit terhenyak. Meskipun belum melihat, dia tahu siapa yang mengetuk pintu ruangannya. Siapa lagi kalau bukan Doni, bagian kurikulum yang dipercaya dalam urusan perekrutan guru baru. “Masuk!” seru Hamid setengah berteriak. Klak.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN