“Ya, itu maksudku pak. Oke. Iya. Baiklah, kita akan ketemu minggu depan setelah aku kembali dari luar kota.” Hamid mengakhiri obrolannya. Dia kembali memfokuskan pandangan ke depan, pada jalanan di depannya. Tapi begitu melihat punggung seseorang wanita berhijab yang sedang berjalan tak jauh di depannya, laju mobilnya langsung melambat. Meski hanya melihat punggung, Hamid tahu wanita di depannya itu adalah Kemuning. Deg. Hamid langsung terhenyak. Dia bingung kenapa Kemuning berjalan kaki. Apakah wanita itu berjalan kaki dari rumah bibinya ke sekolah? Lalu dimana Zelfa yang selalu bersamanya? Hamid mengalihkan pandang ke sekelilingnya. Dia mencari mobil Zelfa atau pun Zelfanya langsung. Tapi Hamid tidak menemukannya. Itu artinya Kemuning memang sendirian ke sekolah dengan berjalan kaki.

