“Oke kalau kakak tidak mau mengakui. Sekarang aku tanya sama kakak pertanyaan yang belum sempat kakak jawab tadi di sekolah. Di mana pertama kali kakak bertemu dengan Pak Hamid?” Deg. Kemuning langsung membeku. Apakah pertanyaan ini harus membuatnya berbohong? . . Tik Tok Tik Tok. . . Detik demi detik waktu terlewati dalam diam hingga akhirnya Zelfa menyeringai penuh kemenangan. “Tuh, kakak tidak bisa menjawab bukan? Itu artinya memang ada sesuatu yang kakak sembunyikan dari aku.” Zelfa melirik Kemuning sekilas. “Kakak… sudah kenal lama dengan Pak Hamid ya?” Kemuning menghela nafas panjang. Dia membuang pandang ke luar jendela agar mata bohongnya tidak bisa dilihat oleh Zelfa. “Prasangka yang ada dalam pikiranmu itu tidak benar, Zal. Aku baru bertemu dengan Pak Hamid hari ini

