Kemuning 39

1829 Kata

Hamid memandang dirinya yang sudah siap di depan cermin. Setelan jas berwarna abu-abu tua membalut tubuh yang tampak lebih berisi dari dua tahun yang lalu. Dia sudah siap untuk pergi ke sekolah miliknya. Hamid menarik tasnya dari atas meja sebelum akhirnya keluar kamar dan bergabung di meja makan bersama Yusuf dan Siska. Paman dan bibinya itu memandangnya lekat, sedikit ada pertanyaan di dalam benak. “Hari ini kamu ke sekolah, Mid?” tanya Yusuf. “Masih libur lho.” Hamid yang sedang mengambil roti tawar dari toplesnya menoleh. “Iya, paman. Ada perekrutan guru-guru baru. Hari ini seleksi berkas. Nah, aku ingin itu berjalan dengan baik. Karena itu aku ingin memantaunya.” Yusuf menunjukkan ibu jarinya. “Good. Sejak kamu yang mengurus sekolah itu, semua menjadi lebih baik dan tertib. Ternya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN