Rumah Peninggalan Kakek

1113 Kata

Wajah Rindang terlihat pupus. Tak ada seri apalagi aura kebahagiaan. Entah sudah berapa lama dia mengotak-atik ponselnya, menaruhnya di samping telinga, lalu kembali di otak-atik. Tapi hasilnya tetap sama sejak semula. Usahanya nihil. Nomor Hamid tidak aktif. Dan sepertinya memang tidak pernah aktif lagi. Rindang mendengus sedih. Wajahnya menampakkan keputusan asaan. Bukan ini maunya. Dia tidak pernah ingin Hamid pergi karena dirinya. Dia begitu mengkhawatirkan Hamid. Dia takut Hamid melakukan hal yang di luar batas. Rindang menggeleng keras, mencoba menghapus pikiran yang sudah terlalu jauh. Hamid tidak mungkin melakukan hal yang ditakutkannya. Hamid pria yang kuat iman, meski nyatanya dia telah mengambil separuh nyawa pria itu. Kepergian Hamid bukan solusi menurut Rindang, karena nya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN