"Jangan menunjukkan sikap seolah-olah kau menyukaiku. Jika nyatanya, di hatimu namanya masih kau simpan dengan begitu rapi." *** "Rania ..." ucap Sakha yang masih bersandar di pundak Nasya. Deg! Seperti ada benda yang sangat keras menghantam hati Nasya. Tetes demi tetes air mata jatuh dari kedua bola mata indah Nasya. "Kak Sakha masih sayang Kak Rania? Lalu ... apa maksud Kakak bawa aku ke sini?" tanya Nasya dalam hati. Setelah menyebut nama Rania dengan begitu lirih, Sakha mengangkat kembali kepalanya dari bahu Nasya. Sakha menoleh ke arah Nasya dan ia terkejut saat melihat gadis disampingnya meneteskan air mata. "Sya?" ucap Sakha sambil menepuk pelan bahu Nasya. "Nasya?" Ulang Sakha sekali lagi dengan menepuk pelan bahu Nasya. Sakha pun meraih lengan Nasya dan membalikkan tubu

