Selesai rapat dengan Tuan Herbert, Jason langsung ke ruangan pribadinya. Kepalanya pusing sekali akibat tidak bisa tidur semalaman. Dia terus memikirkan keadaan Alice, namun di sisi lain berusaha tidak peduli akibat sikap menjengkelkan Alice sendiri. Andai Alice tidak memancing emosinya, mungkin Jason tidak sekasar itu. Terlebih Alice lagi hamil, Jason sampai malas bicara pada orang rumah. Pagi-pagi buta moodnya berantakan. Tanpa Jason sadari, rasa yang bersemayam sejak semalam ialah perasaan bersalah akibat memperlakukan orang spesial dalam hidupnya dengan sangat buruk. "Kenapa kamu seperti orang bodoh begitu dalam ruang rapat tadi, Jason? Ini kerja sama penting, jangan sampai mereka membatalkan kontrak ini setelah liat kelakuan kamu seperti tidak menghargai hasil kerja mereka. Papa ma

