Di bawah kegelapan ruangan, akhirnya Violet mengenali siapa yang bersikap kurang ajar padanya setelah mendengar suara pria itu. "Lepasin, brengsekk!" umpatnya berusaha menghindar. Tubuh Violet mulai bergetar, dia tak kuasa menahan tangis. Violet belum siap bertemu Elmer lagi. Setelah aborsii waktu itu, Violet sangat sulit kembali menjadi pribadi yang ceria. Dia hanya diam di rumah tanpa melakukan apa pun. Tidak kuliah, jarang bicara, lebih banyak melamun, dan menangis. Violet mengalami trauma begitu dalam, sulit membiasakan diri seolah tidak pernah terjadi apa pun. "Apa lagi yang mau kamu bicarain, huh? Mau ngucapin selamat karena udah berhasil menghancurkan aku, begitu?" "Vio, dengarkan saya—" Violet menampar sekali lagi wajah Elmer, melepaskan diri dari cekalannya. "Jangan menemuik

