Makan Malam Bersama

2451 Kata

Alice mengurung diri sampai waktu makan malam tiba, dia sama sekali tidak menampakkan batang hidungnya meski ingin sekali nyemil buah semangka. Alice tidak bisa menggerakkan kaki keluar—berat, hatinya cemas berpapasan dengan Calysta. Alice tidak ingin lagi menangis ketika menyadari jika wanita itu adalah madunya. Logika Alice belum bisa merelakan, dia sakit sekali saat membayangkan suaminya akan membagi hati bersama yang lain. Mencintai Jason bukanlah kesalahan satu-satunya, justru kian menyesal saat Alice tak bisa lari meski raga sangat ingin melakukannya. Dia terjebak, tidak memiliki celah agar bisa melepaskan diri. Jason menggenggam hati Alice bukan karena takut kehilangan, melainkan untuk sebuah kehancuran. "Nona Alice ... waktunya makan malam, Nona. Ayo keluar, saya sudah menyiapk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN