Casandra duduk di lantai seraya meneteskan air mata. Hatinya merasa sesak luar biasa. Ya, wanita itu berada di kamar sangat kecil di rumah kayu. Entah Casandra tak tahu ada di mana. Baik Trice ataupun Gio sama sekali tidak memberi tahunya. Casandra berusaha keras untuk tidak menangis, namun sayangnya dia tidak bisa untuk tak menangis. Berkali-kali Casandra berusaha menepis rasa takutnya, namun kenyataannya malah dia tidak sama sekali bisa untuk menepis perasaan takutnya. Hormon kehamilan memang membuat Casandra menjadi lemah. Untungnya, sejak berada di pesawat sampai detik ini, dia belum merasakan mual. Padahal biasanya dia selalu mengalami mual hebat. Casandra menyeka air mata, melihat ke sekeliling kamar, tidak ada sama sekali jendela. Wanita itu berusaha mencari keberadaan jendela

