Sepasang iris mata biru Michael terhunus menatap dingin sosok wanita berambut pirang, yang ada di hadapannya. Sosok yang sudah sangat lama tak dia temui, sekarang muncul, dalam kondisi dirinya berada di Bora Bora tengah berbulan madu. Ini bukan kebetulan. Michael bukan orang bodoh yang bisa diperdaya begitu saja. Dia yakin bahwa wanita di depannya ini sengaja menyusul ke Bora Bora demi bertemu dengannya. Membayangkan itu membuat emosi dalam dirinya menyulut, layaknya ada bara api yang ada di atas kepalanya. “Apa tujuanmu menggangguku, Trice?!” geram Michael dengan sorot mata yang membendung jelas kemarahan tertahan. Wanita bernama Trice itu melangkah mendekat ke arah Michael. Dia mengikis jarak di antaranya dan Michael. Senyuman anggun terus bertengger di wajah cantiknya. “Aku hanya

