BAB 17 - WOW “Re, besok kamu ikut Mama ya ke acara akikahan cucunya Tante Lena?” Gue hanya melirik Mama sekilas, dan kembali sibuk dengan layar ponsel yang menampilkan postingan IG dari orang-orang yang gue follow di sana. “Enggak ah, Ma. Males.” “Aduh, Re. Kamu enggak bosen apa? Setiap hari ngurung diri di rumah sama di toko doang.” Gue pengin banget menjawab ‘enggak’, tapi gue tahu kalau hal itu hanya akan membuat omelan Mama bertambah panjang aja. Jadi, yang gue lakukan sekarang adalah segera pamit ke toilet, karena gue lagi kebelet pipis. “Besok kamu harus ikut pokoknya. Lagian kamu juga belom sempet lihat keponakan kamu yang baru lahir itu, ‘kan?” tanya Mama saat gue sudah kembali rebahan di atas sofa ruang tengah. “Siapa bilang? Aku udah lihat kok dari status WA-nya Bang Sam.”

