Elio tidak tampak marah. Namun, ketika mendengar nama Allan, wajahnya berubah menjadi lebih kaku. Walau begitu, Elio tetap berusaha bersikap manis. Demi mengakhiri kemesraan yang seharusnya belum berakhir, Elio lantas mendekat ke arah Sascha, melepas ciuman singkat di bibir, lalu tangannya bergerak meremas sesuatu yang masih tertutup oleh baju. Semua ini Elio lakukan dengan sangat cepat. Tidak lebih dari tiga detik, Elio sudah kembali mundur, lalu menyeka bibir Sascha yang basah. Setelahnya, Elio beranjak berdiri dengan tubuh yang sedikit disandarkan pada sofa. "Angkat aja, Sha," ucap Elio. "E-Eh?" Sascha tergagap. Ciuman dan sentuhan singkat yang Elio berikan justru membuat dia seperti semakin tersihir. Bibirnya masih seolah menunggu pagutan selanjutnya. Pun dengan dadanya yang sudah

