Sascha terus setia dalam diam. Sepanjang perjalanan, matanya tertuju pada jendela, tapi benaknya pergi entah kemana. Liburan yang dia pikir akan indah justru diawali dengan sesuatu yang tidak menyenangkan. "Marah?" tanya Elio. Sascha sedikit terkejut. Pertanyaan Elio terlalu spontan dan membingungkan. Sascha sedang tidak marah dan tidak punya alasan untuk marah. "Enggak. Marah kenapa emang?" balas Sascha yang balik bertanya. "Mungkin karena aku pukul muka ganteng pacar kamu." Sascha terkekeh pelan seraya menggelengkan kepala. "Kok diem terus dari tadi?" lanjut Elio. Kali ini Sascha hanya tersenyum tipis. Keterdiamannya bukan karena sebuah kemarahan. Sascha diam karena dia ingin diam. Itu saja. Tidak lebih tidak kurang. "Capek. Ngantuk." Ini adalah alibi yang paling masuk akal yang

